7 Okt 2015

Mesin Magnet

Mesin Magnet yang saya maksud disini ialah suatu alat yang terdiri dari magnet-magnet yang disusun sedemikian rupa berdasar sifat kemagnetan dan interaksinya, baik antara dua magnet juga antara magnet dengan bahan feromagnetik (logam yang bisa ditarik magnet). Dengan kombinasi yang tepat, dapat dihasilkan suatu gerak linier bolak-balik dan terus-menerus yang kemudian dirubah menjadi gerak berputar/rotasi.


1. PRINSIP DASAR

Dua prinsip utama yang digunakan dalam mesin ini adalah yang pertama dikenal dengan neutral line yang dikemukakan oleh Wesley gary tahun 1879, Prinsip ini kemudian dikembangkan oleh berbagai eksperimen diantaranya Charles Flynn dengan istilah parallel control path. Prinsip yang kedua adalah yang dikenal dengan push-pull yang dibuktikan oleh JLN Labs milik Jean Louis Naudin dari prancis.

1.a. Pengendalian jalur gaya magnet
Gambar 1
Sebuah magnet ladam (magnet berbentuk huruf "U") mempunyai kutub utara dan selatan yang menghadap kearah yang sama. Dua kutub ini akan menarik semua logam feromagnetik B yang berada dalam jangkauannya, seperti diilustrasikan oleh gambar 2.a.


  Gambar2.a                                Gambar 2.b

Jika kita menyisipkan sebuah plat besi lunak dari samping kedua kutubnya, maka garis-garis gaya magnet antara dua kutubnya akan mengalir melewati plat tersebut, sehingga dibelakang plat tersebut sama-sekali tidak tersisa garis gaya magnet untuk dapat menarik bahan feromagnetik apapun, lihat gambar 2.b.
Jika dua buah magnet ladam saling berhadapan dan masing-masing kutubnya berlawanan maka akan saling tarik-menarik. Tetapi jika diantara keduanya disisipkan plat besi lunak dengan jarak yang sama, gaya tarik keduanya akan hilang. Sebaliknya jika kutub-kutub magnet yang berhadapan itu sama, maka akan saling tolak-menolak antar keduanya, lihat gambar 3a.
 
Gambar 3.a
Jika kita sisipkan plat besi lunak diantara keduanya maka gaya tolak-menolaknya menjadi hilang, malah sebaliknya, kedua magnet akan ditarik kearah plat tersebut, gambar 3b.
 
  Gambar 3.b
Tenaga yang digunakan untuk menyisipkan dan membuka plat adalah lebih kecil dibandingkan dengan tenaga yang dihasilkan oleh gaya tarik magnet terhadap plat ditambah gaya tolak antara dua magnet.
 
Gambar 4
Animasi diatas (gambar 4) menampilkan gerak magnet rotor yang tolak-tarik terhadap magnet stator/diam, yang dikendalikan oleh plat besi lunak. Tinggal persoalannya sekarang, apa yang menggerakkan plat tersebut serta dari mana tenaganya.

1.b. Interaksi antar dua kutub magnet yang sama

Dua buah magnet batang yang berhadapan dengan kutub yang sama, N-N atau S-S. Jika magnet H digerakkan dari arah samping terhadap magnet V, maka magnet V akan bergerak menjauh dengan gaya yang lebih besar dari gaya yang digunakan untuk menggerakkan magnet H.


Gambar 5.a                                           Gambar 5.b

Hasil pengukuran yang lebih akurat dari prinsip ini dilaporkan oleh JLN Labs dari prancis, yaitu gaya output vertikal yang dihasilkan akibat gerak magnet horisontal adalah lebih dari dua kalinya. Prinsip ini dia namakan Two magnetic push-pull.


Gambar6.a                Gambar 6.b


Gambar 6.c

Gambar 6.a adalah pengukuran gaya tolak vertikal. Gambar 6.b adalah pengukuran gaya tolak arah horisontal. Animasi pada gambar 6.c menampilkan cara kerjanya.

Gambar 7.a

  Gambar 7.b

2. APLIKASI MENJADI MESIN MAGNET

Berdasarkan dua prinsip dasar yang diuraikan diatas, jika kita gabungkan, maka kita dapat menyusun sebuah mesin yang dapat menghasilkan gerak linear bolak-balik. Prinsip kerja yang diuraikan pada point 1.a. digunakan sebagai komponen utama, yaitu menjadi rotor (kombinasi magnet F-G-B-D) dan stator (Bagian magnet yang diam, yaitu magnet E dan H). Sedangkan prinsip yang diuraikan pada point 1.b.; yaitu magnet A-B dan C-D, digunakan sebagai penguat gaya yang diambil dari gerak rotor untuk mengemudikan plat P1 dan P2.

Gambar 8

Pertama-tama, saat rotor berada sebelah kiri, plat kiri P1 membuka dan plat kanan P2 tertutup, ini disebabkan oleh magnet A-B saling tolak dan magnet C-D saling tarik. Pada posisi seperti itu rotor akan bergerak dengan cepat kearah kanan karena gaya tolak magnet E-F dan gaya tarik magnet G terhadap plat kanan P2. Saat rotor mencapai ujung kanan, magnet C-D saling tolak dan magnet A-B saling tarik,  sehingga tuas T berubah posisi yaitu berputar pada poros O, menyebabkan plat kiri P1 menutup dan plat kanan P2 membuka. Perubahan tuas T yang terhubung pada kedua plat ini (P1 dan P2) mengakibatkan rotor ditolak kembali kearah kiri. Saat rotor mencapai ujung sebelah kiri, tuas kembali berubah posisi menjadi seperti posisi pertama. Demikianlah gerak ini terus berulang...
Gambar 9.a
  Gambar 9.b

3. MERUBAH GERAK LINIER MENJADI PUTARAN

Teknik ini sudah banyak diaplikasikan pada mesin-mesin yang diproduksi saat ini, sehingga tidak perlu lagi saya uraikan secara panjang lebar. Namun satu nama yang mungkin perlu untuk dicatat adalah Al-jazari dari abad ke-12. Nama lengkapnya Abu al-'Iz Ibn Isma'il ibn al-Razaz al-Jazari (1136-1206). Beliau hidup pada jaman keemasan dinasti Bani Abasiah, terkenal dengan karangan bukunya yang berjudul Kitáb fí ma'rifat al-hiyal al-handasiyya (Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices) pada tahun 1206. Buku itu menguraikan sekitar 50 jenis peralatan mekanik lengkap dengan cara membuatnya.
  Gambar 10

Setelah gerak linier dirubah menjadi putaran maka gaya putar ini selanjutnya dapat digunakan untuk berbagai keperluan, baik secara langsung ataupun tidak langsung seperti untuk memutar generator biasa atau generator tanpa beban yang menghasilkan listrik. Dimaksud generator tanpa beban ialah suatu generator listrik yang tidak begitu membebani sumber putarannya. Untuk hal ini akan diuraikan pada tulisan selanjutnya.

KESIMPULAN

Rotor bergerak disebabkan oleh buka-tutup plat. Sedangkan plat dikemudikan oleh gerak rotor, terjadilah osilasi. Energi yang digunakan untuk mengemudikan plat tidaklah terasa membebani gerak rotor, ini disebabkan adanya penguatan gaya oleh prinsip push-pull. Buka-tutup plat menghasilkan energi yang lebih besar pada gerak rotor. Dengan kombinasi seperti ini akan ada selisih energi output yang cukup besar untuk memutar generator listrik.


Referensi:
  1. http://jnaudin.free.fr/html/2magpup.htm
  2. http://peswiki.com/index.php/Directory:Flynn_Parallel_Path_motor
  3. http://www.peswiki.com/index.php/Article:Joe_Flynn%27s_Parallel_Path_Magnetic_Technology_--_by_Tim_Harwood
  4. PatD20.pdf-C. Flynn_ Methods for Controlling the Path of Magnetic Flux from a Permanent Magnet.pdf
  5. Patent US 6,246,561 - 12 Juni 2001- Inventor : Charles J. Flynn
  6. Jovan_Marjanovic_Basic_Principles_of_Overunity_Electro_Machines.pdf
  7. http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_the_internal_combustion_engine
  8. B.W. Bauer, The Brown-Ecklin generator: Part 1 (http://www.overunity-theory.de/ecklin/ecklin1.htm)
  9. Patrick Kelly, A Practical Guide to 'Free Energ' Devices, Chapter 1:  Magnet Power (www.free-energy-info.co.uk).
  10. Dan masih banyak lagi yang belum sempat saya cantumkan disini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar