Mesin Magnet yang saya maksud disini
ialah suatu alat yang terdiri dari magnet-magnet yang disusun sedemikian rupa
berdasar sifat kemagnetan dan interaksinya, baik antara dua magnet juga antara
magnet dengan bahan feromagnetik (logam yang bisa ditarik magnet). Dengan
kombinasi yang tepat, dapat dihasilkan suatu gerak linier bolak-balik dan
terus-menerus yang kemudian dirubah menjadi gerak berputar/rotasi.
1. PRINSIP DASAR
Dua prinsip utama yang digunakan
dalam mesin ini adalah yang pertama dikenal dengan neutral line yang dikemukakan
oleh Wesley gary tahun 1879, Prinsip ini kemudian dikembangkan oleh berbagai
eksperimen diantaranya Charles Flynn dengan istilah parallel control path.
Prinsip yang kedua adalah yang dikenal dengan push-pull yang dibuktikan oleh JLN Labs milik Jean Louis Naudin dari prancis.
1.a. Pengendalian jalur gaya magnet
Gambar 1
Sebuah magnet ladam (magnet
berbentuk huruf "U") mempunyai kutub utara dan selatan yang menghadap kearah
yang sama. Dua kutub ini akan menarik semua logam feromagnetik B yang berada
dalam jangkauannya, seperti diilustrasikan oleh gambar 2.a.

Gambar2.a Gambar 2.b
Jika kita menyisipkan sebuah plat besi lunak dari samping kedua kutubnya, maka garis-garis gaya magnet antara dua kutubnya akan mengalir melewati plat tersebut, sehingga dibelakang plat tersebut sama-sekali tidak tersisa garis gaya magnet untuk dapat menarik bahan feromagnetik apapun, lihat gambar 2.b.
Hasil pengukuran yang lebih akurat dari prinsip ini dilaporkan oleh JLN Labs dari prancis, yaitu gaya output vertikal yang dihasilkan akibat gerak magnet horisontal adalah lebih dari dua kalinya. Prinsip ini dia namakan Two magnetic push-pull.

Gambar6.a Gambar 6.b

Gambar 6.c
Gambar 6.a adalah pengukuran gaya tolak vertikal. Gambar 6.b adalah pengukuran gaya tolak arah horisontal. Animasi pada gambar 6.c menampilkan cara kerjanya.
Pertama-tama, saat rotor berada sebelah kiri, plat kiri P1 membuka dan plat kanan P2 tertutup, ini disebabkan oleh magnet A-B saling tolak dan magnet C-D saling tarik. Pada posisi seperti itu rotor akan bergerak dengan cepat kearah kanan karena gaya tolak magnet E-F dan gaya tarik magnet G terhadap plat kanan P2. Saat rotor mencapai ujung kanan, magnet C-D saling tolak dan magnet A-B saling tarik, sehingga tuas T berubah posisi yaitu berputar pada poros O, menyebabkan plat kiri P1 menutup dan plat kanan P2 membuka. Perubahan tuas T yang terhubung pada kedua plat ini (P1 dan P2) mengakibatkan rotor ditolak kembali kearah kiri. Saat rotor mencapai ujung sebelah kiri, tuas kembali berubah posisi menjadi seperti posisi pertama. Demikianlah gerak ini terus berulang...
Setelah gerak linier dirubah menjadi putaran maka gaya putar ini selanjutnya dapat digunakan untuk berbagai keperluan, baik secara langsung ataupun tidak langsung seperti untuk memutar generator biasa atau generator tanpa beban yang menghasilkan listrik. Dimaksud generator tanpa beban ialah suatu generator listrik yang tidak begitu membebani sumber putarannya. Untuk hal ini akan diuraikan pada tulisan selanjutnya.
Referensi:
Gambar2.a Gambar 2.b
Jika kita menyisipkan sebuah plat besi lunak dari samping kedua kutubnya, maka garis-garis gaya magnet antara dua kutubnya akan mengalir melewati plat tersebut, sehingga dibelakang plat tersebut sama-sekali tidak tersisa garis gaya magnet untuk dapat menarik bahan feromagnetik apapun, lihat gambar 2.b.
Jika dua buah magnet ladam saling
berhadapan dan masing-masing kutubnya berlawanan maka akan saling tarik-menarik.
Tetapi jika diantara keduanya disisipkan plat besi lunak dengan jarak yang sama,
gaya tarik keduanya akan hilang. Sebaliknya jika kutub-kutub magnet yang
berhadapan itu sama, maka akan saling tolak-menolak antar keduanya, lihat gambar
3a.
Gambar 3.a
Jika kita sisipkan plat besi lunak
diantara keduanya maka gaya tolak-menolaknya menjadi hilang, malah sebaliknya,
kedua magnet akan ditarik kearah plat tersebut, gambar 3b.
Gambar 3.b
Tenaga yang digunakan untuk
menyisipkan dan membuka plat adalah lebih kecil dibandingkan dengan tenaga yang
dihasilkan oleh gaya tarik magnet terhadap plat ditambah gaya tolak antara dua
magnet.
Gambar 4
Animasi diatas (gambar 4)
menampilkan gerak magnet rotor yang tolak-tarik terhadap magnet stator/diam,
yang dikendalikan oleh plat besi lunak. Tinggal persoalannya sekarang, apa yang
menggerakkan plat tersebut serta dari mana tenaganya.
1.b. Interaksi antar dua kutub magnet
yang sama
Dua buah magnet batang yang
berhadapan dengan kutub yang sama, N-N atau S-S. Jika magnet H
digerakkan dari arah samping terhadap magnet V, maka magnet V akan
bergerak menjauh dengan gaya yang lebih besar dari gaya yang digunakan untuk
menggerakkan magnet H.
Gambar 5.a Gambar 5.b
Gambar 5.a Gambar 5.b
Hasil pengukuran yang lebih akurat dari prinsip ini dilaporkan oleh JLN Labs dari prancis, yaitu gaya output vertikal yang dihasilkan akibat gerak magnet horisontal adalah lebih dari dua kalinya. Prinsip ini dia namakan Two magnetic push-pull.
Gambar6.a Gambar 6.b
Gambar 6.c
Gambar 6.a adalah pengukuran gaya tolak vertikal. Gambar 6.b adalah pengukuran gaya tolak arah horisontal. Animasi pada gambar 6.c menampilkan cara kerjanya.
Gambar 7.a
Gambar 7.b
2. APLIKASI MENJADI MESIN MAGNET
Berdasarkan dua prinsip dasar yang
diuraikan diatas, jika kita gabungkan, maka kita dapat menyusun sebuah mesin
yang dapat menghasilkan gerak linear bolak-balik. Prinsip kerja yang diuraikan
pada point 1.a. digunakan sebagai komponen utama, yaitu menjadi rotor
(kombinasi magnet F-G-B-D) dan stator (Bagian magnet yang diam,
yaitu magnet E dan H). Sedangkan prinsip yang diuraikan pada point
1.b.; yaitu magnet A-B dan C-D, digunakan sebagai penguat gaya
yang diambil dari gerak rotor untuk mengemudikan plat P1 dan P2.
Gambar 8
Pertama-tama, saat rotor berada sebelah kiri, plat kiri P1 membuka dan plat kanan P2 tertutup, ini disebabkan oleh magnet A-B saling tolak dan magnet C-D saling tarik. Pada posisi seperti itu rotor akan bergerak dengan cepat kearah kanan karena gaya tolak magnet E-F dan gaya tarik magnet G terhadap plat kanan P2. Saat rotor mencapai ujung kanan, magnet C-D saling tolak dan magnet A-B saling tarik, sehingga tuas T berubah posisi yaitu berputar pada poros O, menyebabkan plat kiri P1 menutup dan plat kanan P2 membuka. Perubahan tuas T yang terhubung pada kedua plat ini (P1 dan P2) mengakibatkan rotor ditolak kembali kearah kiri. Saat rotor mencapai ujung sebelah kiri, tuas kembali berubah posisi menjadi seperti posisi pertama. Demikianlah gerak ini terus berulang...
Gambar 9.a
Gambar 9.b
3. MERUBAH GERAK LINIER MENJADI PUTARAN
Teknik ini sudah banyak diaplikasikan pada mesin-mesin yang diproduksi saat ini, sehingga tidak perlu
lagi saya uraikan secara panjang lebar. Namun satu nama yang mungkin perlu untuk
dicatat adalah Al-jazari dari abad
ke-12. Nama lengkapnya Abu al-'Iz Ibn Isma'il
ibn al-Razaz al-Jazari (1136-1206).
Beliau hidup pada jaman keemasan dinasti Bani Abasiah, terkenal dengan karangan
bukunya yang berjudul Kitáb fí ma'rifat
al-hiyal al-handasiyya (Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices)
pada tahun 1206. Buku itu menguraikan sekitar 50 jenis
peralatan mekanik lengkap dengan cara membuatnya.
Gambar 10
Setelah gerak linier dirubah menjadi putaran maka gaya putar ini selanjutnya dapat digunakan untuk berbagai keperluan, baik secara langsung ataupun tidak langsung seperti untuk memutar generator biasa atau generator tanpa beban yang menghasilkan listrik. Dimaksud generator tanpa beban ialah suatu generator listrik yang tidak begitu membebani sumber putarannya. Untuk hal ini akan diuraikan pada tulisan selanjutnya.
KESIMPULAN
Rotor bergerak disebabkan oleh
buka-tutup plat. Sedangkan plat dikemudikan oleh gerak rotor, terjadilah
osilasi. Energi yang digunakan untuk mengemudikan plat tidaklah terasa membebani
gerak rotor, ini disebabkan adanya penguatan gaya oleh prinsip push-pull.
Buka-tutup plat menghasilkan energi yang lebih besar pada gerak rotor. Dengan
kombinasi seperti ini akan ada selisih energi output yang cukup besar untuk
memutar generator listrik.
Referensi:
- http://jnaudin.free.fr/html/2magpup.htm
- http://peswiki.com/index.php/Directory:Flynn_Parallel_Path_motor
- http://www.peswiki.com/index.php/Article:Joe_Flynn%27s_Parallel_Path_Magnetic_Technology_--_by_Tim_Harwood
- PatD20.pdf-C. Flynn_ Methods for Controlling the Path of Magnetic Flux from a Permanent Magnet.pdf
- Patent US 6,246,561 - 12 Juni 2001- Inventor : Charles J. Flynn
- Jovan_Marjanovic_Basic_Principles_of_Overunity_Electro_Machines.pdf
- http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_the_internal_combustion_engine
- B.W. Bauer, The Brown-Ecklin generator: Part 1 (http://www.overunity-theory.de/ecklin/ecklin1.htm)
- Patrick Kelly, A Practical Guide to 'Free Energ' Devices, Chapter 1: Magnet Power (www.free-energy-info.co.uk).
- Dan masih banyak lagi yang belum sempat saya cantumkan disini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar